PROGLAT Buka Pendaftaran Pelatihan Kerja Nasional Tahap II Tahun 2025 untuk 15.000 Peserta
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Program Latihan (PROGLAT) kembali membuka kesempatan emas bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kompetensi melalui program pelatihan kerja nasional tahap II tahun 2025. Program ini tersedia di lebih dari 60 Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh Indonesia dengan formasi total 15.000 kursi pelatihan.
Menteri Ketenagakerjaan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta menyatakan bahwa program pelatihan kerja ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. "Kami berkomitmen untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki akses terhadap pelatihan berkualitas yang akan membuka peluang kerja lebih luas," ujar beliau.
Bidang Pelatihan yang Dibuka
Program pelatihan tahap II ini mencakup berbagai bidang strategis yang memiliki permintaan tinggi di pasar kerja, antara lain:
- Konstruksi dan Teknik Sipil (3.000 peserta)
- Teknik Elektro dan Mekanikal (2.500 peserta)
- Teknologi Informasi dan Digital Marketing (2.500 peserta)
- Pariwisata dan Hospitality (2.000 peserta)
- Pertanian Modern dan Agribisnis (2.000 peserta)
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (1.500 peserta)
- Keuangan dan Perbankan (1.500 peserta)
Syarat Pendaftaran
Pendaftaran terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan berikut:
- Berusia minimal 17 tahun dan maksimal 45 tahun
- Memiliki KTP yang masih berlaku
- Berpendidikan minimal SMP/MTs (untuk program tertentu minimal SMA/SMK)
- Bukan berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) aktif
- Tidak sedang mengikuti pendidikan formal
- Bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan
Cara Mendaftar
Pendaftaran dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu online melalui website resmi PROGLAT di proglat.org/pendaftaran atau secara langsung di kantor BLK terdekat di kota Anda. Pendaftaran dibuka mulai 1 September 2025 hingga 30 September 2025. Seleksi peserta akan dilakukan berdasarkan prioritas kelompok rentan, pencari kerja, dan korban PHK.
Seluruh peserta yang diterima tidak dikenakan biaya apapun (gratis) dan akan mendapatkan fasilitas berupa modul pelatihan, penggunaan peralatan dan ruang praktik, konsumsi selama pelatihan, serta sertifikat kompetensi dari BNSP bagi yang dinyatakan lulus.